Tiap pengelola situs memiliki prosedur lelang yang berbeda. Lihat saja Swinde, situs lelang online (note book, smartphone, LCD, kamera digital, konsol game, motor) yang belakangan booming di Indonesia

 

Swinde memakai sisitem poin dalam lelangnya. Ada beberapa paket poin yang ditawarkan, paket 40 poin (Rp 200.000), 80 poin (Rp 400.000), 160 poin (Rp 770.000) dan 320 poin (Rp 1.500.000).

1 poin setara Rp 5.000. Penawar membutuhkan 1 poin untuk 1 x tawaran.

 

Swinde didirikan April 2009 lalu, dengan jumlah anggota 30.000. Banyaknya anggota tak lepasa dari produk gadget yang ditawarkan. Di gerai ponsel biasa, harga N97 mencapai Rp 6,6 juta, di situs ini bisa dengan hanya mengeluarkan ratusan ribu, atau notebook Lenovo dengan harga Rp 5 juta bisa dibeli di situs ini dengan harga di bawah Rp 100 ribu.

Dalam sehari, Swinde mampu melelang sekitar 4 – 5 unit barang. Omset penjualan Rp 300 juta / bulan.

 

Lalu dari mana keuntungan Swinde ?

Begini ilustrasi nya : Nokia N97 dilelang Rp 225.000. Poin untuk menawar (bid) Rp 5000 / poin.

Jika dimulai bid dari harga Ro 25, maka jumlah tawaran yang masuk adalah (Rp 225 ribu – Rp 25) / 25 = 8999 bid. Berarti total pemasukan Swinde adalah 8999 x Rp 5.000 = Rp 44.995.000

Padahal harga beli Nokia N97 sekitar Rp 7 juta. Keuntungan diraih Swinde adalah Rp 38 juta an.

 

Untuk memenangi lelang online adalah harus sabar dan mampu membaca situasi, dan koneksi internet yang lancar.